Wayang Kulit, atau wayang kulit, adalah bentuk teater tradisional yang telah dipentaskan di Indonesia selama berabad-abad. Pertunjukan ini menggabungkan boneka buatan tangan yang rumit, musik tradisional, dan cerita untuk menciptakan pertunjukan memukau yang memikat penonton dari segala usia. Dalam beberapa tahun terakhir, bentuk seni kuno ini kembali populer berkat upaya sekelompok seniman dan dalang berbakat yang dikenal sebagai Wayang88.
Wayang88 merupakan kumpulan generasi muda kreatif yang berdedikasi melestarikan dan menghidupkan kembali seni wayang kulit. Dipimpin oleh pendiri dan direktur artistik, Agus Nur Amal, kelompok ini memiliki misi untuk memperkenalkan bentuk seni tradisional ini kepada generasi baru sekaligus mendorong batas-batas apa yang mungkin dilakukan dengan wayang kulit.
Salah satu anggota kunci Wayang88 adalah dalang sekaligus desainer, Siska Silitonga. Dengan latar belakang seni rupa dan teater, Siska menghadirkan perspektif segar dan inovatif pada bentuk seni kuno. Boneka-bonekanya yang rumit dan dibuat dengan indah memberikan kehidupan baru ke dalam karakter tradisional wayang kulit, menciptakan pertunjukan visual yang menakjubkan dan menawan.
Anggota integral lainnya dari tim Wayang88 adalah musisi dan komposer, Bambang Tiarso. Dengan latar belakang musik tradisional Indonesia dan teknik komposisi modern, Bambang menciptakan suara unik dan menggugah yang melengkapi penceritaan pertunjukan wayang kulit. Musiknya mengatur suasana hati dan meningkatkan dampak emosional dari cerita yang diceritakan di atas panggung.
Bersama-sama, para pemikir kreatif di balik Wayang88 mendorong batasan-batasan yang mungkin ada dalam wayang kulit. Mereka tidak hanya melestarikan bentuk seni tradisional tetapi juga menciptakannya kembali untuk khalayak modern. Dengan menggabungkan elemen cerita kontemporer, musik, dan desain, Wayang88 menghadirkan perspektif segar pada bentuk seni kuno ini dan memikat penonton di seluruh dunia.
Melalui pertunjukannya yang inovatif dan menawan, Wayang88 memastikan seni wayang kulit terus tumbuh dan berkembang untuk generasi mendatang. Dedikasi mereka dalam melestarikan dan menciptakan kembali bentuk seni tradisional ini tidak hanya merupakan bukti bakat dan kreativitas mereka tetapi juga merupakan perayaan atas kekayaan warisan budaya Indonesia.
